5.368 Stel Seragam Sekolah Disalurkan, Siswa SD-SMP Kota Madiun Juga Terima Ongkos Jahit Rp300 Ribu

5.368 Stel Seragam Sekolah Disalurkan, Siswa SD-SMP Kota Madiun Juga Terima Ongkos Jahit Rp300 Ribu
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 02 Nov 2026
  • 67 kali dilihat

5.368 Stel Seragam Sekolah Disalurkan, Siswa SD-SMP Kota Madiun Juga Terima Ongkos Jahit Rp300 Ribu

MADIUN – Kabar baik bagi siswa SD dan SMP di Kota Madiun. Pemerintah Kota Madiun mulai menyalurkan bantuan seragam sekolah beserta biaya jahit untuk tahun ajaran 2026/2027. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di SMP Negeri 3 Madiun, Senin (2/11).


Total bantuan seragam yang disalurkan mencapai 5.368 stel, terdiri dari 2.242 stel untuk siswa SD dan 3.126 stel untuk siswa SMP. Bantuan mencakup seragam merah putih, biru putih, serta Pramuka. Selain itu, sebanyak 4.393 siswa juga menerima bantuan ongkos jahit masing-masing Rp300 ribu.


Rinciannya, bantuan ongkos jahit diberikan kepada 1.651 siswa SD negeri dan 2.742 siswa SMP negeri. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp1.317.900.000. Dana tersebut akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing siswa dengan estimasi proses sekitar tujuh hari.


Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan target seluruh seragam terdistribusi dalam tujuh hari. Sementara itu, proses pencairan ongkos jahit membutuhkan waktu tersendiri karena dilakukan melalui transfer rekening.


“Untuk seragam, targetnya dalam tujuh hari ini seluruhnya sudah terdistribusi. Sedangkan untuk keuangan, karena melalui transfer, membutuhkan waktu kurang lebih tujuh hari,” ujarnya.


Plt walikota menjelaskan, bantuan ongkos jahit juga menjadi bagian dari upaya melibatkan pelaku usaha lokal. Orang tua siswa diarahkan untuk menggunakan jasa penjahit yang berada di wilayah Kota Madiun sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan keluarga penerima, tetapi juga pelaku UMKM jasa jahit.


“Kita berikan ongkos jahit supaya orang tua bisa menjahitkan langsung ke penjahit lokal Kota Madiun. Harapannya, siswa semakin semangat sekolah dan orang tuanya juga tambah semangat. Saya yakin tingkat kehadiran siswa nantinya bisa meningkat,” ungkapnya.


Sebelumnya, proses pengadaan seragam sempat menghadapi sejumlah kendala, mulai dari terbatasnya peserta lelang hingga pertimbangan kualitas kain yang ditawarkan. Namun, setelah melalui proses tersebut, bantuan kini mulai disalurkan kepada para siswa penerima.


Melalui program ini, pemerintah daerah berharap kebutuhan perlengkapan sekolah siswa dapat terpenuhi sekaligus meringankan beban orang tua. Keterlibatan penjahit lokal juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di Kota Madiun.

(ws hendro/kus/diskominfo)