MADIUN – Kondusivitas daerah wajib terus dijaga. Berbagai upaya pun terus dilakukan. Salah satunya, rapat koordinasi (rakor) Forkopimda lintas daerah yang berlangsung di GCIO Dinas Kominfo, Rabu (16/9). Tak tanggung-tanggung rakor kali ini melibatkan Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Kota/Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Magetan.
Tema utamanya, giat Parapatan Luhur (Parluh) 16 PSHT pimpinan Muhammad Taufik yang rencananya bakal digelar 25-27 September mendatang. Dalam rakor disepakati bahwa gelaran Parluh tidak berlangsung di Kota maupun Kabupaten Madiun. Keamanan dan keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utamanya.
‘’Hari ini merakorkan terkait pertama bahwa Pemkot Madiun menjamin keselamatan masyarakat. Karena pertama melalui Rakor 12 Agustus kemarin masyarakat bersurat kemudian kami terima melalui audiensi. Masyarakat sudah menyampaikan bahwa ada kekhawatiran terkait keamanan dan pengalaman yang sudah pernah terjadi. Sehingga hari ini kita berkoordinasi dengan provinsi juga Kabupaten Madiun serta Magetan dan sepakat bahwa untuk Parluh dipersilahkan tetapi tidak di Kota Madiun,’’ kata Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun.
Rakor dibuka Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun dan dipimpin Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto. Rakor juga dihadiri Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jatim Kombes Pol. Joni Iskandar, Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jatim Kombes Pol. Bondan Witjaksono, dan lain sebagainya.
Tidak digelarnya Parluh PSHT pimpinan Muhammad Taufiq di Kota Madiun tak terlepas dari pertimbangan keamanan dan keselamatan masyarakat. Pasalnya, Parluh diprediksi berpotensi ricuh dengan PSHT Pusat Madiun pimpinan Moerdjoko. Pun, kericuhan pernah terjadi di antara dua kubu tersebut pada 2019 silam. Sementara itu Forkopimda Kabupaten Magetan menyatakan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Parapatan Luhur PSHT tersebut.
‘’Yang sudah siap Magetan. Magetan siap menerima tetapi dari pihak penyelenggara belum memutuskan. Masih akan dirapatkan lagi,’’ imbuhnya.
Pertimbangan lain karena Kota Madiun juga akan menjadi tuan rumah event nasional pada waktu yang sama. Yakni, Manasik Akbar yang digelar Kementerian Haji dan Umrah. Kegiatan juga di tanggal 25 September dan dihadiri ribuan peserta. Karenanya, keamanan dan kondusifitas tentu penting dan perlu untuk ditingkatkan. (ws hendro/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun