MADIUN – Pentingnya kekompakan warga dalam menghadapi berbagai potensi bencana menjadi perhatian Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun. Karena itu, Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA) di Kelurahan Taman, Selasa (9/6), yang diikuti 30 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Melalui program DESTANA, masyarakat dibekali pengetahuan tentang mitigasi bencana, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal saat terjadi keadaan darurat. Selain itu, warga juga didorong membentuk relawan tingkat kelurahan yang mampu bergerak cepat sebelum bantuan dari pihak luar datang.
Dalam arahannya, Plt Wali Kota menegaskan bahwa meskipun Kelurahan Taman tergolong memiliki risiko bencana yang relatif rendah, kesiapsiagaan tetap harus dimiliki seluruh masyarakat. Sebab, bencana merupakan peristiwa yang tidak dapat diprediksi dan bisa terjadi kapan saja.
“Wilayah Taman memang relatif aman dan potensi bencananya kecil. Namun, bencana tidak bisa diprediksi. Bisa datang sewaktu-waktu dan jenisnya bermacam-macam. Karena itu, warga harus tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana,” ujarnya.
Plt wali kota menambahkan, sejumlah kejadian yang cukup sering terjadi di Kota Madiun dalam beberapa bulan terakhir adalah pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Selain itu, potensi gempa bumi juga tetap perlu diantisipasi meskipun kemungkinan pusat gempa berada di wilayah Kota Madiun sangat kecil.
Menurutnya, pembentukan DESTANA merupakan langkah preventif agar masyarakat memiliki pemahaman dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Plt wali kota menekankan bahwa ketangguhan bencana tidak hanya berbicara tentang kesiapan menghadapi situasi darurat. Fondasi utama dari ketangguhan, kata dia, adalah kekompakan masyarakat.
“Saya tekankan, ketangguhan bencana harus diawali dengan kekompakan masyarakat. Tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, warga perlu sering berkumpul, bersosialisasi, dan memperkuat hubungan antarwarga agar semakin solid,” katanya.
Bagus berharap pembekalan yang diberikan tidak berhenti pada teori semata. Setelah pelatihan, peserta akan mendapatkan tindak lanjut berupa praktik dan simulasi sehingga masyarakat benar-benar memahami langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.
“Yang terpenting adalah warga kompak terlebih dahulu. Dengan kekompakan itu, berbagai persoalan, termasuk saat menghadapi bencana, akan lebih mudah ditangani,” tambahnya.
Program DESTANA merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Dengan kesiapsiagaan yang terus diperkuat dan didukung kekompakan warga, diharapkan setiap kelurahan mampu menjadi garda terdepan dalam mengurangi risiko serta dampak bencana yang mungkin terjadi.
(Dspp/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun